Posisi Devisa Neto (PDN)

Posisi Devisa Neto (PDN)


Posisi Devisa Neto merupakan rasio perbandingan selisih bersih antara aktiva dan pasiva valuta asing setelah memperhitungkan rekening - rekening administratifnya terhadap modol bank.


Dengan kata lain, PDN secara keseluruhan adalah angka yang merupakan penjumlahan dari nilai absolut untuk jumlah dari:


a. Selisih bersih aktiva dan pasiva dalam neraca 

    untuk setiap valuta asing, ditambah dengan

b. Selisih bersih tagihan dan kewajiban baik yang 

    merupakan komitmen maupun kontinjensi

    dalam rekening administratif untuk setiap valuta asing, 

    yang semuanya dinyatakan dalam rupiah.


Aktiva Valas terdiri dari (USD, EUR, JPY, SGD, dll yang telah dirupiahkan):


1. Kas.

2. Penempatan pada Bank Indonesia.

3. Penempatan pada Bank Lain.

4. Surat Berharga.

5. Surat berharga yang dijual dengan

    janji dibeli kembali (repo)

6. Tagihan atas surat berharga yang

    dibeli dengan janji dijual kembali

    (reverse repo).

7. Tagihan Akseptasi.

8. Kredit yang diberikan dan piutang

    (termasuk pendapatan yang masih

    harus diterima, piutang premi dan

    reasuransi untuk konsolidasi).

9. Pembiayaan syariah, untuk konsolidasi.

10. Piutang sewa pembiayaan, untuk konsolidasi.

11. Penyertaan.

12. Aktiva tetap kantor cabang di luar negeri  (bersih)

13. Aset Lainnya.


Pasiva Valas terdiri dari (USD, EUR, JPY, SGD, dll yang telah dirupiahkan):


1. Giro.

2. Tabungan.

3. Simpanan Berjangka.

4. Dana investasi revenue sharing

    (Dana Investasi pada Bank Syariah

     untuk konsolidasi).

5. Pinjaman dari Bank Indonesia.

6. Pinjaman dari Bank Lain.

7. Liabilitas Spot dan Derivatif.

8. Utang atas surat berharga yang

    dijual dengan janji dibeli kembali

    (repo).

9. Utang Akseptasi.

10. Surat berharga yang diterbitkan.

11. Pinjaman yang diterima.

12. Setoran jaminan.

13. Liabilitas antarkantor:

      a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia

      b. Melakukan kegiatan

          operasional di Luar Indonesia (Konsolidasi).

14. Liabilitas Lainnya.

15. Dana investasi profit sharing (Dana Investasi 

      pada Bank Syariah untuk konsolidasi).


#. Posisi Devisa Neto Neraca Bersih

    = Aktiva Valas - Pasiva Valas


Jenis - jenis Posisi Devisa Netto (PDN):

1. Posisi Long: Aktiva Valas > Pasiva Valas

2. Posisi Short: Aktiva Valas < Pasiva Valas

3. Posisi Square (Seimbang): 

    Aktiva Valas = Pasiva Valas


Apabila bank memiliki ‘Posisi Long’, artinya bank lebih efektif dan efesien dalam mengelola dana, pinjaman dan investasi dari pihak ketiga untuk menghasilkan profit ke dalam bentuk Kredit (Nilai Kredit dan Tagihan Bunga), Surat Berharga, Repo dan Reverse Repo), dan aset lainnya. Sebaliknya jika bank memiliki ‘Posisi Short dan Square’ artinya bank kurang efektif dalam mengelola dana, pinjaman dan investasi dari pihak ketiga.


Rekening Administratif Transaksi Derivatif, terdiri dari:


 1. Tagihan Spot dan Derivatif dari pembelian valas:

      - Pembelian Spot

      - Kontrak pembelian forward

      - kontrak pembelian Opsi

      - Kontrak pembelian futures


 2. Kewajiban Spot dan Derivatif dari penjualan valas:

      - Penjualan Spot

      - Kontrak penjualan forward

      - kontrak penjualan Opsi

      - Kontrak penjualan futures


SBOBS (Selisih Bersih Off Balance Sheet) = 

Tagihan Spot dan Derivatif - Kewajiban Spot dan Derivatif


Komponen Modal (Ekuitas) terdiri dari:


1. Modal disetor (Modal dasar - Modal yang belum 

    disetor - Saham yang dibeli kembali).

2. Tambahan modal disetor (Agio - Disagio + 

    Modal sumbangan + Dana setoran modal + Lainnya).

3. Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya.

4. Selisih kuasi reorganisasi.

5. Selisih restrukturisasi entitas sepengendali.

6. Ekuitas lainnya.

7. Cadangan (Cadangan Umum + Cadangan Tujuan).

8. Laba/Rugi (Tahun lalu + Tahun berjalan).

9. Kepentingan non pengendali 

    (Bagian laba (laba tahun lalu dan tahun berjalan) 

    untuk kepentingan bukan pengendali bank, sesuai 

    persentase porsi saham yang dimiliki untuk

    konsolidasi).


POSISI STRUKTURAL:

Total nilai L/C yang diterbitkan (Tagihan Akseptasi)


POSISI DEVISA NETO NERACA:

= Aktiva Valas - Pasiva Valas


POSISI DEVISA NETO KESELURUHAN:

= ((Aktiva Valas - Pasiva Valas) + SBOBS)


RASIO POSISI DEVISA NETO NERACA:

= ((Aktiva Valas - Pasiva Valas) : Modal) x 100%


RASIO POSISI DEVISA NETO KESELURUHAN:

= (((Aktiva Valas - Pasiva Valas) + SBOBS) : Modal) x 100%


#. Artikel Terkait:

🏈 Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio)

🏈 Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio)

🏈 Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) - Capital Adequacy Ratio (CAR)

🏈 Analisis Rasio Keuangan Perbankan Berdasarkan Rasio Kinerja

🏈 Batas Maksimum Pemberian Kredit

🏈 Giro Wajib Minimum


#. Artikel Terbaru:

Posting Komentar

0 Komentar